Merasa Dicurangi oleh Wasit, Petinggi AS Roma Ngamuk

Merasa Dicurangi oleh Wasit, Petinggi AS Roma Ngamuk

Liga Champions – AS Roma lagi-lagi dirugikan oleh wasit saat menghadapi Liverpool di Stadio Olimpico pada leg kedua babak semi-final Liga Champions, Kamis (3/5) dini hari WIB.

Pada leg kedua, AS Roma memang berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 4-2. Namun kemenangan tersebut tidak cukup untuk mengantarkan I Giallorossi lolos ke final Liga Champions musim ini, lantaran kalah dengan agregat 7-2. Dalam laga tersebut, AS Roma sebenarnya layak mendapatkan penalti pada menit ke-63.

Pada saat itu, pemain muda Liverpool, Alexander Arnold melakukan handball di dalam kotak penalti. Hanya saja, wasit tidak melihat kejadian tersebut sebagai pelanggaran, sehingga terus melanjutkan pertandingan.

Mengenai hal itu, salah satu petinggi AS Roma, James Pallotta, sangat berang dengan keputusan wasit. Pallotta pung mendesak UEFA untuk menggunakan teknologi VAR (video assistant referee) di kompetisi Liga Champions.

“Sangat jelas bahwa VAR dibutuhkan di Liga Champions, karena Anda tidak bisa membiarkan hal seperti ini terjadi,” kata Pallotta.

“Anda semua bisa melihatnya sendiri. Dzeko tidak off-side, dijatuhkan di kotak penalti. Pada menit ke-65, ada handball yang jelas semua orang di dunia mengetahuinya, kecuali mereka di lapangan. Pada menit ke-67 [ Patrik] Schick dijatuhkan di kotak.

“Saya tahu ini sulit untuk wasit, tapi itu benar-benar memalukan ketika kita kalah dalam agregat seperti itu. Ngomong-ngomong, itu seharusnya kartu merah, jadi pasti sudah 10 orang dari menit ke-63.

“Sekali lagi, selamat kepada Liverpool, mereka tim yang hebat, tetapi jika kita tidak mendapatkan VAR di Liga Champions, hal seperti ini adalah lelucon mutlak,” tukasnya.

Contact Us

Subscribe

Dapatkan informasi berita bola, prediksi skor, handicap tebak skor bola terbaru dengan berlangganan email.

Jasa SEO